Sejarah Lengkap Kawasaki Ninja 2 Tak Indonesia: Dari Ninja R, SS, hingga RR
inukotovlog.com – Sedang mencari Sejarah lengkap Kawasaki Ninja 2 Tak Indonesia ? Bagi generasi yang tumbuh di era 1990-an hingga 2000-an, suara knalpot Kawasaki Ninja 2 tak adalah ciri khas dan kebanggaan yang sulit dilupakan. Bunyi nyaring melengking, kepulan asap tipis aroma oli samping, dan akselerasi yang meledak adalah kekhasan motor ini.
Kawasaki Ninja 2 tak hadir di Indonesia dalam tiga varian ikonik yang masing-masing memiliki era dan penggemarnya sendiri: Ninja R sebagai pelopor, Ninja SS sebagai versi tengah yang lebih sporty, dan Ninja RR sebagai puncak dari teknologi 2 tak yang pernah dijual Kawasaki untuk pasar massal Indonesia.
Artikel ini mengupas secara lengkap sejarah kawasaki ninja 2 tak Indonesia dari masa ke masa: tahun lahir setiap model, varian yang pernah diproduksi, perbandingan spesifikasi teknis, kelebihan dan kekurangan, perbedaan performa di jalanan, hingga harga yang berlaku di zamannya. Bagi kamu yang sedang bernostalgia, ingin membeli unit second, atau sekadar penasaran dengan Motor Kawasaki Ninja, Simak ulasan lengkap berikut ini
Kawasaki Motor Indonesia dan Pasar Motor Sport Awal 90-an
Kawasaki resmi masuk ke pasar Indonesia melalui PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) yang berdiri sejak 1976. Namun baru pada awal dekade 1990-an, Kawasaki mulai serius memasuki segmen motor sport yang saat itu didominasi oleh nama-nama besar seperti Honda NSR 150R dan Yamaha RX-King. Pasar Indonesia kala itu haus akan motor berperforma tinggi dengan harga yang masih terjangkau oleh kalangan muda.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi Kawasaki untuk menghadirkan lini motor sport berbasis mesin 2 tak, teknologi yang saat itu memang menjadi andalan untuk menghasilkan tenaga besar dari kapasitas mesin yang kecil. Mesin 2 tak lebih ringan, konstruksinya lebih sederhana, dan mampu menghasilkan power yang jauh lebih besar per cc dibandingkan mesin 4 tak. Inilah alasan utama mengapa Kawasaki memilih teknologi ini sebagai fondasi lini Ninja-nya.
Ninja 2 tak yang masuk ke Indonesia berbasis pada platform Kawasaki AR150 / KR150 yang dikembangkan dari lini AR series Kawasaki global. Mesin inti berkapasitas ±148–149 cc ini kemudian diadaptasi dan disesuaikan spesifikasinya oleh KMI untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, termasuk penyesuaian pada sistem karburator, rasio final gear, dan beberapa komponen bodi.
Era Ninja R, The Rising Star (1994–2001)

Kawasaki Ninja R adalah generasi pertama dari lini Ninja 2 tak yang hadir di Indonesia. Motor ini boleh dibilang adalah motor yang membuka babak baru dalam sejarah motor sport tanah air, memperkenalkan konsep “motor sport harian” yang bisa digunakan sehari-hari sekaligus memuaskan hasrat berkendara sporty.
Kawasaki Ninja R resmi diluncurkan di Indonesia pada tahun 1994, meskipun beberapa sumber komunitas menyebut ada unit yang sudah beredar sejak akhir 1993 sebagai unit perkenalan. Motor ini dikenal dengan kode KR150 dan hadir dalam beberapa generasi selama masa produksinya:
- KR150A (1994–1996): Generasi pertama, desain paling “murni” dengan striping sederhana. Warna tersedia hijau Kawasaki Racing Green dan merah.
- KR150B (1996–1998): Update ringan pada grafis dan striping. Beberapa penyesuaian minor pada karburator dan sistem kelistrikan.
- KR150C / D (1998–2001): Penyempurnaan akhir sebelum Ninja R perlahan digantikan oleh Ninja SS dan RR di pilihan konsumen. Update warna dan decal lebih modern.
Spesifikasi Teknis Ninja R
Berikut spesifikasi lengkap Kawasaki Ninja R yang menjadi dasar perbandingan dengan varian-varian berikutnya:
| Tipe Mesin | 2 Tak, 1 silinder, pendingin udara |
| Kapasitas Mesin | 148 cc |
| Bore x Stroke | 59,0 mm x 54,4 mm |
| Rasio Kompresi | 7,0 : 1 |
| Tenaga Maksimum | ±18 HP pada 9.500 rpm |
| Torsi Maksimum | ±14,5 Nm pada 8.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator Mikuni VM 24 SS |
| Transmisi | 6 percepatan, manual, wet clutch |
| Starter | Kick starter |
| Rangka | Pressed steel / backbone frame |
| Suspensi Depan | Teleskopik, diameter garpu 33 mm |
| Suspensi Belakang | Swingarm dengan monoshock adjustable |
| Rem Depan | Cakram hidrolik 215 mm |
| Rem Belakang | Tromol 130 mm |
| Ban Depan | 80/90-17 (tubed) |
| Ban Belakang | 100/80-17 (tubed) |
| Panjang x Lebar x Tinggi | 1.935 x 665 x 1.050 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.270 mm |
| Jarak Terendah ke Tanah | 145 mm |
| Berat Kosong | ±116 kg |
| Kapasitas Tangki BBM | 13 liter |
| Top Speed (kondisi standar) | ±125–130 km/jam |
Ciri Khas dan Identitas Visual Ninja R
Ninja R memiliki sejumlah ciri khas yang mudah dikenali dan menjadi pembeda dari kompetitornya di era 90-an:
- Fairing setengah (half-fairing) yang menutup area mesin dan fork depan, namun area bagian bawah mesin tidak tertutup penuh memberikan kesan ringan secara visual.
- Lampu depan bulat besar dengan desain khas era 90-an yang seolah “menatap tajam” ke depan.
- Tangki bensin ramping dengan lekukan khas yang memberikan kesan aerodinamis.
- Knalpot ekspansi khas 2 tak yang menonjol ke bawah dengan lapisan krom, menjadi salah satu ikon visual paling dikenali dari motor ini.
- Posisi berkendara semi-tegak (semi-sport), nyaman untuk perjalanan jauh namun tetap memberikan sensasi sport.
- Warna andalannya: Kawasaki Racing Green (hijau pekat khas Kawasaki) dan merah dua warna yang kemudian menjadi identitas seluruh lini Ninja 2 tak.
Performa Ninja R di Jalanan
Karakteristik performa Ninja R sangat khas sebagaimana mesin 2 tak pada umumnya. Di putaran bawah (di bawah 6.000 rpm), motor ini terasa agak lesu dan tidak responsif. Namun begitu jarum RPM melewati “power band” di kisaran 7.000–9.500 rpm, tenaga meledak secara tiba-tiba dan motor melesat dengan agresif.
Sensasi ini disebut “powerband hit” oleh komunitas penggemar 2 tak, ini adalah istilah untuk menggambarkan sebuah karakteristik motor ninja dimana naik Ninja R terasa seperti “menunggang monster yang tertidur”. Akselerasi 0–100 km/jam bisa dicapai dalam sekitar 8–9 detik dalam kondisi standar, sebuah angka yang sangat kompetitif di kelasnya pada masa itu.
Harga Kawasaki Ninja R Saat Diluncurkan
Sebagai bagian dari Sejarah Lengkap Kawasaki Ninja 2 Tak Indonesia, Ketika pertama kali diluncurkan pada 1994, harga OTR Kawasaki Ninja R berada di kisaran Rp 8 juta hingga Rp 9 juta. Harga ini terbilang kompetitif mengingat Honda NSR 150R yang menjadi pesaing utamanya dijual di kisaran yang serupa. Berikut estimasi harga Ninja R dari tahun ke tahun berdasarkan data komunitas dan arsip media otomotif:
| 1994 (peluncuran) | ± Rp 8.000.000 – Rp 8.500.000 OTR Jakarta |
| 1995–1996 | ± Rp 8.500.000 – Rp 9.500.000 |
| 1997–1998 | ± Rp 9.500.000 – Rp 10.500.000 |
| 1999–2001 (akhir produksi) | ± Rp 10.000.000 – Rp 11.000.000 |
| Harga second market saat ini | Rp 4.000.000 – Rp 15.000.000 (tergantung kondisi) |
Â
Era Ninja SS : Varian “Super Sport” (1995–2003)

Ninja SS adalah langkah Kawasaki untuk menjawab keinginan konsumen yang menginginkan tampilan lebih sporty dan agresif tanpa harus membayar harga setinggi Ninja RR. SS yang merupakan singkatan dari “Super Sport” hadir sebagai jembatan antara dua dunia tersebut.
Lahirnya Ninja SS dan Posisinya di Pasar
Kawasaki Ninja SS mulai hadir di Indonesia pada tahun 1995, hanya setahun setelah Ninja R diluncurkan. Langkah ini menunjukkan respons cepat Kawasaki terhadap permintaan pasar yang menginginkan motor dengan penampilan lebih full-fairing dan posisi berkendara yang lebih “nunduk” (forward lean).
Melanjutkan Sejarah Lengkap Kawasaki Ninja 2 Tak Indonesia Ninja SS hadir sebagai produk yang mengisi gap antara Ninja R (fairing setengah, harga lebih terjangkau) dan Ninja RR (full-fairing premium, harga lebih mahal). Dengan fairing penuh namun mesin yang masih sama dengan Ninja R, Ninja SS menawarkan penampilan kelas atas dengan budget yang lebih terjangkau.
Varian Ninja SS per Generasi
- Ninja SS Generasi 1 (1995–1997): Full fairing pertama di lini Ninja 2 tak Indonesia. Desain fairing agak “kaku” dengan sudut-sudut yang tegas. Warna: hijau dan merah.
- Ninja SS Generasi 2 (1997–2000): Update fairing dengan lekukan lebih aerodinamis, grafis lebih dinamis. Penambahan varian warna biru dan hitam di beberapa tahun tertentu.
- Ninja SS Generasi 3 (2000–2003): Desain fairing paling matang dari Ninja SS, mendekati tampilan Ninja RR. Ini adalah generasi terakhir sebelum Ninja SS dihentikan produksinya.
Spesifikasi Teknis Ninja SS
| Tipe Mesin | 2 Tak, 1 silinder, pendingin udara |
| Kapasitas Mesin | 148 cc |
| Bore x Stroke | 59,0 mm x 54,4 mm |
| Rasio Kompresi | 7,0 : 1 |
| Tenaga Maksimum | ±19 HP pada 9.500 rpm |
| Torsi Maksimum | ±15 Nm pada 8.500 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator Mikuni VM 24 SS |
| Transmisi | 6 percepatan, manual, wet clutch |
| Rangka | Pressed steel |
| Suspensi Depan | Teleskopik, diameter garpu 33 mm |
| Suspensi Belakang | Swingarm + monoshock adjustable |
| Rem Depan | Cakram hidrolik 215 mm |
| Rem Belakang | Tromol 130 mm |
| Ban Depan | 80/90-17 |
| Ban Belakang | 100/80-17 |
| Panjang x Lebar x Tinggi | 1.960 x 680 x 1.060 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.280 mm |
| Berat Kosong | ±118 kg |
| Kapasitas Tangki BBM | 14 liter |
| Top Speed (kondisi standar) | ±130–135 km/jam |
Ciri Khas dan Daya Tarik Ninja SS
- Full fairing yang memberikan proteksi angin lebih baik dan tampilan lebih “racing” dibanding Ninja R.
- Posisi berkendara lebih sporty dengan setang yang lebih rendah — cocok untuk gaya berkendara agresif.
- Secara visual lebih mudah dimodifikasi karena panel fairing yang lebih banyak dan lebih luas.
- Mesin dan performa pada dasarnya identik dengan Ninja R, namun sensasi berkendara terasa berbeda karena posisi tubuh lebih rebah.
Harga Ninja SS Saat Peluncuran
| 1995 (peluncuran) | ± Rp 10.000.000 – Rp 11.000.000 |
| 1996–1998 | ± Rp 11.000.000 – Rp 12.500.000 |
| 1999–2001 | ± Rp 12.000.000 – Rp 14.000.000 |
| 2001–2003 (akhir produksi) | ± Rp 13.000.000 – Rp 14.500.000 |
| Harga second market saat ini | Rp 5.000.000 – Rp 18.000.000 (tergantung kondisi) |
Â
Era Ninja RR : Puncak Kejayaan 2 Tak Indonesia (1999–2008-2015)

Kawasaki Ninja RR adalah premium produk dari seluruh lini Ninja 2 tak yang pernah dijual di Indonesia. Motor ini menjadi bagian Sejarah Lengkap Kawasaki Ninja 2 Tak Indonesia Dimana Motor ini bukan sekadar upgrade dari Ninja SS , tapi bentuk dedikasi melahirkan premium flagship di kelas motor sport. Â Kawasaki Ketika merilis versi ini ingin menunjukkan bahwa mereka serius bermain di segmen motor sport premium 150cc. Dengan perubahan signifikan pada rangka, suspensi, dan sistem pembakaran, Ninja RR benar-benar berbeda kelas dibandingkan dua pendahulunya.
Lahirnya Ninja RR dan Posisinya di Pasar
Kawasaki Ninja RR resmi hadir di Indonesia pada tahun 1999. Kehadirannya disambut antusias luar biasa oleh komunitas motor sport yang sudah lama menunggu sesuatu yang lebih dari sekadar Ninja SS. Kode model yang digunakan adalah KR150F untuk beberapa generasi awalnya.
RR merupakan singkatan dari “Racing Replica”, sebuah klaim ambisius seolah ingin menyampaikan bahwa motor ini terinspirasi langsung dari teknologi motor balap Kawasaki yang dipakai di Sirkuit balap. Dan memang, perubahan yang dibawa Ninja RR bukan sekadar kosmetik: rangka delta-box dari aluminium, garpu depan berdiameter lebih besar, karburator performa tinggi Keihin PWK 28, dan fairing yang terinspirasi dari motor balap GP adalah buktinya.
Generasi dan Varian Ninja RR
Ninja RR Generasi 1 (1999–2002)
Generasi pertama Ninja RR hadir dengan perubahan paling dramatis dibandingkan pendahulunya. Ini adalah Ninja RR yang “paling murni” belum ada kompromi untuk konsumsi BBM atau regulasi emisi. Warna andalan: hijau Kawasaki Racing Green dengan grafis minimalis yang elegan.
Kawasaki Ninja RR di indonesia dikenalkan pertama kali yaitu KRR ZX 150 pada tahun 2002, di dataangkan langsung dari Thailand atau biasa di sebut CBU. dan ini selama 2 tahun beredar di pasarkan di indonesia dengan kode blok mesin: 1878 dengan Super Kips.
KRR ZX 150 gen pertama ini lah yang menjadi andalan dan paling di minati pada tahun ini 2026, karena performa mesin motor ini sangat tangguh dengan model racing yang timeless, kode blok mesin 1878, superkips berpendingin cairan, kapasitas 148 cc dari bore x stroke 59 x 54,4 mm dengan rasio kompresi 7,2:1, pengabutan bensin pakai karburator Mikuni VM28.
- Rangka Kawasaki Ninja RR / KRR ZX 150 Diamond Frame. Frame sasis kawasaki ninja RR
- Karburator Mikuni VM28 flat-slide responsif dan bertenaga di putaran atas.
- Tenaga Mesin 3o dk di 10.500 rpm dan torsi 21,6 Nm di 9.000 rpm dengan 6 percepatan.
- Suspensi depan teleskopik 37 mm peningkatan signifikan dari 33 mm di Ninja R/SS.
- Fairing terinspirasi ZX-R dengan air scoops di kedua sisi.
- Tangki bensin 15 liter dengan desain lebih aerodinamis.
Ninja RR Generasi 2 (2003–2006)
Generasi kedua membawa penyempurnaan pada detail-detail yang dirasa kurang oleh pengguna generasi pertama. Sistem kelistrikan diperbaiki, beberapa komponen plastik diperbarui kualitasnya, dan pilihan warna diperluas. namun generasi ini sudah di rakit di indonesia namun part partnya saja yang di datangkan dari Thailand.
Generasi ke dua ini hadir dengan nama KRR 150 bedanya hanya nama ZX di hilangkan, namun secara keseluruhan DNA motor ini masih sama semua. namun yang di rakit di indonesia bedanya dengan blok mesin 1855 atau biasa di sebut CKD.
- Update sistem pengapian CDI untuk performa lebih konsisten.
- Penyempurnaan fairing dengan fit dan finish yang lebih baik.
- Penambahan warna merah, biru, dan hitam di samping varian hijau.
- Perbaikan minor pada sistem rem belakang.
Ninja RR Generasi 3 (2006–2015) Edisi Terakhir
Generasi ketiga adalah Ninja RR terakhir sebelum era 2 tak benar-benar berakhir di Indonesia. Kawasaki melakukan beberapa penyesuaian untuk memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat, namun tetap mempertahankan karakter performa khasnya semaksimal mungkin.
Di era ini keluar tahun 2011 – 2012 generasi Ninja RR SE dengan body lebih bongsor di area belakang, dengan ciri khas warna hijaunya, atau biasa di katakan Ninja RR Gen-4.
- Penyesuaian timing pengapian untuk mengurangi emisi.
- Update cosmetic pada fairing dan desain grafis , yang paling “modern” dari seluruh generasi RR.
- Beberapa varian edisi khusus (special edition) dirilis untuk merayakan ulang tahun tertentu.
- Ini adalah generasi yang paling banyak diminati kolektor karena dianggap sebagai “Ninja RR terbaik secara keseluruhan”.
Dan pada masa inilah masa transisi dari ninja RR biasa di sebut RR old lahirlah generasi New terbaru sekaligus pemungkas atau pemutus rantai ninja rr 2 tak. generasi terakhir ini muncul dengan tampang baru, fairingnya cenderung mengotak kaku, tak aerodinamis seperti sebelumnya. Pakai mesin 148 cc berkode 1855 dengan tetap Super KIPS, tapi ada tambahan HSAS dan catalytic converter untuk mengurangi kadar emisi gas buang. Untuk spesifikasi kaki-kaki dan pengereman tak ada perubahan berarti. Generasi terakhir ini diproduksi sampai Juli 2015.
Spesifikasi Teknis Ninja RR (Generasi 1 & 2)
| Tipe Mesin | 2 Tak, 1 silinder, pendingin udara |
| Kapasitas Mesin | 149 cc |
| Bore x Stroke | 59,0 mm x 54,4 mm |
| Rasio Kompresi | 7,3 : 1 |
| Tenaga Maksimum | ±20 HP pada 10.000 rpm |
| Torsi Maksimum | ±15,5 Nm pada 9.000 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator Keihin PWK 28 (flat-slide) |
| Transmisi | 6 percepatan, manual, wet clutch |
| Starter | Kick starter |
| Rangka | Delta-box aluminium twin-spar |
| Suspensi Depan | Teleskopik, diameter garpu 37 mm |
| Suspensi Belakang | Swingarm aluminium + monoshock adjustable |
| Rem Depan | Cakram hidrolik 230 mm |
| Rem Belakang | Tromol / Cakram (tergantung generasi) |
| Ban Depan | 90/80-17 (tubed) |
| Ban Belakang | 110/70-17 (tubed) |
| Panjang x Lebar x Tinggi | 1.990 x 700 x 1.075 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.295 mm |
| Jarak Terendah ke Tanah | 150 mm |
| Berat Kosong | ±121 kg |
| Kapasitas Tangki BBM | 15 liter |
| Top Speed (kondisi standar) | ±140–145 km/jam |
Performa dan Pengalaman Berkendara Ninja RR
Ninja RR adalah motor yang benar-benar berbeda ketika dikendarai. Rangka delta-box aluminium memberikan rigiditas yang jauh lebih baik, membuat motor ini terasa “terkunci” di tikungan dengan presisi yang tidak bisa diberikan oleh pressed-steel frame milik Ninja R/SS. Pengemudi yang terbiasa dengan Ninja R atau SS akan langsung merasakan perbedaan ini dalam 5 menit pertama berkendara.
Karburator flat-slide Keihin PWK 28 membuat respons gas lebih linear dan direct dibanding Mikuni VM 24 yang dipakai Ninja R/SS. Power band Ninja RR terasa lebih “panjang” dan tidak seabrupt pendahulunya, meskipun karakter 2 tak yang menggebu di putaran atas tetap sangat terasa.
Keunggulan Ninja RR Dibanding Kompetitor
Di masa kejayaannya (1999–2005), Ninja RR bersaing ketat dengan Honda NSR 150R SP dan beberapa motor impor grey market. Dalam banyak test media, Ninja RR unggul dalam hal:
- Akselerasi murni (0-100 km/jam) : Ninja RR umumnya lebih cepat 0,3–0,5 detik dari NSR 150R standar.
- Handling dan stabilitas di kecepatan tinggi rangka delta-box memberikan keunggulan nyata.
- Ketersediaan spare part dan jaringan servis resmi keunggulan utama sebagai motor resmi KMI.
- Harga jual kembali yang stabil Ninja RR dikenal memiliki nilai second market yang baik.
Harga Ninja RR dari Generasi ke Generasi
| 1999 (peluncuran Gen-1) | ± Rp 14.500.000 – Rp 16.000.000 |
| 2000–2002 | ± Rp 15.000.000 – Rp 18.000.000 |
| 2002–2004 (Gen-2) | ± Rp 17.000.000 – Rp 20.000.000 |
| 2005–2007 (Gen-3) | ± Rp 19.000.000 – Rp 22.000.000 |
| 2007–2008 (unit terakhir) | ± Rp 20.500.000 – Rp 23.000.000 |
| Harga second market saat ini | Rp 8.000.000 – Rp 35.000.000+ (tergantung kondisi & tahun) |
Tabel Perbandingan: Ninja R vs Ninja SS vs Ninja RR
Berikut adalah perbandingan komprehensif ketiga varian Kawasaki Ninja 2 tak yang pernah dijual resmi di Indonesia:
| Spesifikasi | Ninja R | Ninja SS | Ninja RR |
| Tahun Produksi | 1994–2001 | 1995–2003 | 1999–2015 |
| Kapasitas Mesin | 148 cc | 148 cc | 149 cc |
| Tipe Mesin | 2 Tak, 1 silinder, pendingin udara | 2 Tak, 1 silinder, pendingin udara | 2 Tak, 1 silinder, pendingin udara |
| Bore x Stroke | 59 x 54,4 mm | 59 x 54,4 mm | 59 x 54,4 mm |
| Rasio Kompresi | 7,0 : 1 | 7,0 : 1 | 7,3 : 1 |
| Tenaga Maks. | ±18 HP / 9.500 rpm | ±19 HP / 9.500 rpm | ±20 HP / 10.000 rpm |
| Torsi Maks. | ±14,5 Nm / 8.500 rpm | ±15 Nm / 8.500 rpm | ±15,5 Nm / 9.000 rpm |
| Transmisi | 6 percepatan manual | 6 percepatan manual | 6 percepatan manual |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator Mikuni VM 24 | Karburator Mikuni VM 24 | Karburator Keihin PWK 28 |
| Rangka | Pressed steel | Pressed steel | Delta-box aluminium |
| Suspensi Depan | Teleskopik, 33 mm | Teleskopik, 33 mm | Teleskopik, 37 mm |
| Suspensi Belakang | Swingarm + monoshock | Swingarm + monoshock | Swingarm + monoshock |
| Rem Depan | Cakram 215 mm | Cakram 215 mm | Cakram 230 mm |
| Rem Belakang | Tromol | Tromol | Tromol / Cakram |
| Ban Depan | 80/90-17 | 80/90-17 | 90/80-17 |
| Ban Belakang | 100/80-17 | 100/80-17 | 110/70-17 |
| Panjang x Lebar x Tinggi | 1.935 x 665 x 1.050 mm | 1.960 x 680 x 1.060 mm | 1.990 x 700 x 1.075 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.270 mm | 1.280 mm | 1.295 mm |
| Berat Kosong | ±116 kg | ±118 kg | ±121 kg |
| Kapasitas Tangki | 13 liter | 14 liter | 15 liter |
| Top Speed (klaim) | ±130 km/jam | ±135 km/jam | ±145 km/jam |
| Harga Baru (estimasi) | Rp 8–11 juta | Rp 11–14 juta | Rp 15–22 juta |
Kawasaki Ninja baik itu Ninja RR, Ninja SS dan Ninja R saat ini diminati oleh para kolektor dan juga pengguna yang ingin merasakan sensai berkendara dengan 2 tak, namun dengan tidak di produksi lagi sehingga harga semakin mahal.